AWARENESS IS OUR POWER

Konser kemanusiaan
BANDUNG – Riri  (salah satu korban kekerasan) sedang menari bersama Faldhy (volunteer Unisba) di iringi nyanyian oleh Durebang Band dan Geovani (16/05/2015). (Foto oleh: Nyimas Siti Intan)

BANDUNG – Sabtu, 16 Mei 2015, Konser Kemanusiaan yang bertemakan “Awareness is Our Power” diselenggarakan di Gedung Hj. Kartimi Kridhoharsojo UNISBA. Acara ini terselenggara dengan adanya kerjasama antara Praxis In Community, Durebang-Pasundan Center dan BEM-F Psikologi UNISBA.

Praxis In Community itu sendiri terbentuk pada tahun 2009 oleh Ikatan Alumni UNISBA. Pemilik dari Praxis Community ini adalah Mba Aty. Pada awalnya, Praxis In Community bergerak dalam membantu korban-korban bencana alam yang terjadi. Tidak hanya bergerak dalam bidang bencana alam saja, komunitas ini juga mengangkat keberagaman antar sesama manusia yang salah satu fokus kajiannya adalah menyuarakan untuk tidak terjadinya diskriminasi, baik itu dalam bidang agama, budaya dan sebagainya. Terdapat beberapa orang pengurus dari Praxis In Community yang berkesempatan untuk hadir pada acara ini, diantaranya Faldhy, Purwa, Ca’am, Caca, Sari, Rudy, Lukman, Ari dan masih banyak lagi. Sedangkan Durebang sendiri merupakan salah satu LSM yang berasal dari Korea. Durebang ini bergerak dalam bidang anti kekerasan, terutama anti kekerasan pada wanita.

“Tujuan dari acara ini yang paling besar adalah mengajak kaum muda untuk bisa care lagi sama isu-isu kejahatan kemanusiaan, seperti kekerasan terhadap perempuan, human trafficking, diskriminasi terhadap agama, korupsi dan sebagainya.” – Faldhy, salah satu volunteer dari UNISBA dan berperan sebagai L.O untuk acara yang diadakan di UNISBA. Singkatnya, acara ini menyuarakan tentang kejahatan terhadap manusia, terutama kekerasan terhadap perempuan, melalui media musik. Pihak yang memiliki peran yang sangat penting dalam media musik tersebut adalah Durebang Band Korea.

Durebang Band adalah sebuah band yang dibentuk oleh Rev. Chang Bin. Band ini beranggotakan sembilan orang, dimana mereka semua merupakan para pemusik dan penyanyi profesional di Korea Selatan. Misi dari band ini adalah untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, baik itu di Korea sendiri, di Indonesia, maupun di negara-negara lainnya.

Durebang Band membuka penampilan mereka dengan membawakan lagu Indonesia Raya. Tidak hanya itu saja, mereka juga membawakan beberapa lagu yang mereka buat untuk para korban kekerasan. Lagu pertama yang mereka bawakan yaitu “I am A Human”, yang diciptakan untuk seorang anak perempuan bernama Sonya yang berasal dari India Utara. Ia bekerja sebagai penjahit bola sejak usia 5 tahun dan kehilangan pengelihatannya pada usia 7 tahun, sehingga ia hanya dapat bekerja menggunakan feeling-nya saja. Setiap hari Sonya dapat menghasilkan 2 bola dan hanya dihargai seharga 50 sen yang untuk membeli 1 Liter susu pun tidak cukup. Dalam situasi seperti itu, Sonya berkata “I’ll tell you the truth. I’m not a slave, I’m not a machine, I am a human”.

Untuk lagu kedua yang mereka bawakan berjudul “Sing A Song Full of Joy, Daughters”. Lagu ini dipersembahkan untuk seorang perempuan bernama Riri. Ia merupakan salah satu korban yang berasal dari daerah Ciburial, Bandung. Riri mengalami masalah dengan pendengaran dan berbicara. Namunwalaupun dengan keadaan seperti itu, keadaan Riri sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia senang sekali menari sehingga Durebang Band membuatkan lagu ini untuk Riri. Lalu masih banyak lagi lagu yang mereka bawakan, seperti lagu Indonesia Pusaka, Ayo Mama, dan sebagainya.

Dalam acara yang diselenggarakan itu, tidak hanya ada penampilan dari Durebang Band saja, tetapi terdapat penampilan dari Vernitev Domov dan Prairie Wind yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UNISBA. Acara lain yang ditampilkan adalah adanya talkshow dari pendampingan dan volunteerism. Dalam talkshow tersebut mereka tidak hanya membicarakan tentang apa itu pendampingan dan voluteerism saja, tapi mereka juga berbagi kegiatan apa saja yang mereka lakukan, apa alasan mereka mengikutinya, kendala-kendala yang mereka lalui, dan manfaat apa yang mereka dapatkan dari kegiatan tersebut.

Pesan yang ingin disampikan dari acara ini yaituyang khususnya diperuntukkan bagi mahasiswa fakultas psikologi, untuk tidak hanya dituntut memahami sebuah teori yang telah dipelajari saja, melainkan harus mengabdikannya pada lingkungan. Karena sebagai mahasiswa psikologi berarti memiliki tanggung jawab moral yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, sebagai kaum muda, terutama mahasiswa Fakultas Psikologi, untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat dikatakan hedonisme saja, melainkan mulai memperhatikan lingkungan sekitar dan melakukan sesuatu hal yang dapat bermanfaat bagi orang-orang disekitar kita.

So, let’s do some useful activity for people around usbecause awareness without action is worthless and what happened with our world now is not a problem, the problem is our awareness. (Teks oleh: Noviriani Nur Islamiyah & Lisani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *