Diskusi Kemah Vol.2

Bandung—11 Desember 2019, Departemen Kerohanian BEM-F Psikologi Unisba kembali menyelenggarakan Diskusi Kemah Volume 2 yang bertempat di kemah Fakultas Psikologi. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa psikologi Unisba. Acara juga ini menghadirkan alumni yaitu, Kang Yunus angkatan 2012 dan Kang Fauzi angkatan 2010, sebagai pemantik dalam diskusi.

Tema yang diambil pada diskusi kali ini adalah “Psikologi Industri dan Organisasi, bisa jadi apa?”. Tujuan dari diskusi ini, yaitu agar mahasiswa aktif mendapat gambaran mengenai peminatan Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Selain itu, agar mahasiswa aktif dapat mengetahui prospek kerja dari PIO itu sendiri, sehingga mahasiswa tidak bingung dalam memilih peminatan dan  mengenai pekerjaan dibidang PIO nanti.

Diskusi dibuka oleh Naufal selaku moderator dan dilanjutkan dengan penyampaian general statement oleh Nadiyah selaku kepala Departemen Kerohanian. Setelah itu, Kang Yunus menceritakan sedikit sejarah PIO sebelum seperti sekarang. Lalu, moderator membacakan pertanyaan pertama, yaitu mengenai prospek kerja lulusan PIO, “lulusan PIO dapat bekerja sebagai bagian personalia, HRD (Human Resource Department), MT (Management Trainee), OD (Organization Development), HCM (Human Capital Management), konselor bidang industri, traineer.” Ucap Kang Yunus. Selain itu, lulusan PIO tidak harus bekerja diperusahaan orang lain, tetapi dapat membangun usahanya sendiri atau menjadi entrepreneur, sambung Kang Fauzi.

Pertanyaan kedua yang dibacakan moderator, yaitu seberapa besar peluang lulusan Psikologi Unisba dapat bekerja diperusahaan?, “sebenarnya seberapa besar peluangnya itu tidak dapat diprediksikan atau ditentukan, karena balik lagi ke calon pekerjanya (mahasiswa yang telah lulus), bagaimana attitude dia ketika melamar atau ketika nanti bekerja.” jawab Kang Fauzi. “Persaingan di perusahaan itu bukan lagi diliat dari mana universitasnya, melainkan lebih ke fakultasnya, jadi saingannya bukan hanya dengan sesame psikologi, melainkan dengan fakultas lain,” Sambung Kang Yunus.  Terakhir moderator menanyakan bagaimana suka dan duka selama bekerja di perusahaan, sukanya jadi banyak relasi, benefitnya lumayan, sedangkan dukanya bekerja di bawah tekanan, terkadang bosan dengan pekerjaan, dan tenaga serta waktu tidak dapat diatur.

Sebelum ditutup moderator membuka sesi tanya jawab untuk audience dan dijawab oleh kedua pemantik. Setelah sesi tanya jawab, moderator membacakan kesimpulan dari diskusi pada hari ini. Pesan dari para alumni yang dititipkan kepada pemantik ialah “tentukan dari sekarang seletah lulus mau melanjutkan kemana? Kuliah S2, kerja, berwirausaha, atau mau menikah? Jika mau langsung bekerja di perusahaan, pertimbangkan terlebih dahulu benefit yang akan didapat di perusahaan tersebut, lingkungan kerjanya, dan bobot dari pekerjaan yang akan dilakukan.” Terakhir, Naufal selaku moderator menutup diskusi kemah yang kedua ini sekaligus mengajak mahasiswa untuk kembali hadir ke diskusi kemah selanjutnya.

Manfaat yang dapat diambil pada diskusi kali ini, yaitu mahasiswa dapat menambah relasi dengan alumni untuk peluang kerja, dapat mengenal alumni lebih dekat, mendapat gambaran untuk menentukan peminatan yang akan diambil, dapat mengetahui prospek kerja lulusan PIO, dan mendapat gambaran mengenai dunia pekerjaan. “Senang dapat mengumpulkan mahasiswa dari setiap angkatan sehingga dapat mengenal satu sama lain, sehingga dapat merasakan kedekatan dengan kakak atau adik tingkat.”, tutur Fakhrunnisa selaku penanggung jawab Diskusi Kemah. Menurut Fakhrunnisa, kendala pada diskusi kali ini yaitu menyamakan waktu alumni dengan mahasiswa, sehingga kegiatan harus berlangsung mulai pukul 18.30, sedangkan sebagian mahasiswa sudah tidak berada di kampus, hal ini mengakibatkan audience yang hadir kurang. “Harapannya diskusi kemah dapat terus berjalan lancar dengan audience yang hadir banyak dan pemantik mudah untuk diajak ke dalam diskusi ini serta dapat menyesuaikan waktu dengan mahasiswa. Juga diharapkan audience yang hadir dapat lebih aktif.” harapan Fakhrunnisa.

 

Ditulis oleh : Naufal Rizky Darmansyah, Staff Medkominfo BEM-F Psikologi 2019/2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *