Gila Itu Apasih?

11Halo teman-teman, semester ini udah selesai nih. Sudah menyiapkan diri untuk semester selanjutnya yang akan dihadapi belum? Atau masih sibuk mengagendakan liburan? Liburan kaya gini bukan berarti membiarkan otak kita untuk tidak berpikir. Liburan ini yuk kita manfaatkan untuk tetap input pengetahuan ke dalam otak kita. Nah untuk sekarang īni, yukk kita bahas tentang “Gila”.

Kata “gila” udah sering banget kita denger sehari-hari. Bahkan sekarang ini tidak jarang kita menyebut teman kita sendiri dengan istilah “gila” yang digunakan sebagai candaan. Sebenarnya gila dalam artian yang sebenarnya itu apasih?
Menurut salah satu tokoh dunia, yaitu Albert Einstein, gila adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Jika berdasarkan arti tersebut, mungkin yang dimaksud adalah kita sebagai manusia dituntut untuk mampu berubah, berubah ke arah yang lebih baik tentunya. Manusia yang dalam hidupnya tidak pernah atau tidak mau untuk berubah tapi menginginkan hal yang lebih besar, maka orang tersebut dianggap sebagai orang gila.

Berbeda dengan pandangan Islam mengenai gila yaitu bahwa Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang mengalami gangguan kejiawaannya bukanlah orang gila, melainkan orang yang sedang mendapatkan musibah atau orang yang sakit. Orang gila yang sebenarnya yaitu orang yang berjalan dengam penuh kesombongan, yang membusungkan dadanya, yang memandang orang dengan pandangan merendahkan, lalu berharap Allah SWT akan memberikannya surga, padahal ia selalu berbuat maksiat kepada-Nya. Selain itu, orang-orang yang ada di sekitarnya tidak pernah merasa aman dari kelakuan buruknya. Dan disisi yang lain, orang juga tidak pernah mengharapkan perbuatan baiknya. (Sumber : Hadist oleh Syaikh Abdullah Al-Ghazali dalam Risalah Tafsir).

Jika kita lihat dari sisi medis, seseorang dapat dikatakan gila secara medis jika tiga fungsi utama dalam dirinya terganggu, tiga fungsi utama tersebut yaitu fungsi afektif, kognitif dan konatif. Fungsi afektif yaitu bertugas untuk mengendalikan perasaan. Fungsi kognitif itu berfungsi untuk membuat orang memiliki daya pikir, menangkap rangsangan dari luar dan mengambil kesimpulan. Sedangkan fungsi konatif adalah untuk mengendalikan tindakan dan perilaku. Pada orang yang normal, ketiga fungsi utama tersebut berjalan seimbang.

Nah, kalau kita lihat di wikipedia, gila merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyatakan gangguan jiwa yang parah. Kata “kegilaan” juga sering digunakan untuk menyatakan tidak waras atau berperilaku yang sangat aneh. Berdasarkan pengertian tersebut, yang dimaksudkan adalah ketidak normalan dalam cara berpikir ataupun berperilaku.

Sedangkan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), gila adalah sakit ingatan (kurang beres ingatannya) atau diartikan juga sebagai sakit jiwa (sarafnya terganggu atau pikirannya tidak normal). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga memiliki arti lain dari gila, yaitu tidak biasa, tidak sebagaimana mestinya, berbuat yang bukan-bukan (tidak masuk akal).

Dari satu istilah “gila” saja ternyata cukup banyak makna yang berbeda yaa. Dalam filsafat sendiri, gila dikaitkan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Gila dalam dunia kedokteran maupun psikologi termasuk ke dalam gangguan kejiwaan. Dalam ilmu psikologi sendiri, terdapat berbagai macam gangguan kejiwaan, salah satunya adalah skizofrenia. Skizofrenia itu apa sih? Mengapa disebut gangguan kejiwaan? Mungkin temam-teman ada yang sudah sering mendengar istilah ini, atau mungkin bahkan belum pernah mendengar sama sekali. Nah, untuk informasi lebih lanjut mengenai skizofrenia, yuk tunggu artikel selanjutnya mengenai skizofrenia itu apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *