HOMOSEKSUAL ITU GIMANA, SIH?

24

Halo teman-teman! Wah kemarin hari kemerdekaan nih. Biasanya nih kalau acara kemerdekaan seperti itu diisi dengan lomba-lomba 17-an yang diselenggarakan di sekitar rumah. Untuk taun ini, perlombaan apa saja nih yang diikuti? Kalaupun teman-teman sudah tidak mengikuti perlombaan-perlombaan 17-an, semoga diisi oleh kegiatan yang positif plus produktif. Kalau belum menemukan kegiatan positif, boleh lah sambil membaca artikel kali ini hihi. Kali ini kita akan membahas apa itu homoseksual. Nah teman-teman pasti sudah tidak asing kan dengan homoseksual atau mungkin lebih sering dengar istilah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender). Dalam istilah tersebut, lesbian dan gay sendiri termasuk kedalam homoseksual.  Homoseksual sendiri adalah kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka atau rasa ketertarikan romantis terhadap orang lain yang mempunyai kelamin sejenis atau identias gender yang sama. Istilah yang sudah umum dikenal masyarakat untuk orang yang termasuk homoseksual adalah Gay (untuk lelaki) dan Lesbian (untuk perempuan).

Menurut Kartini Kartono dalam bukunya “Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual”, disebutkan beberapa faktor penentu homoseksualitas, antara lain;

  1. Faktor herediter berupa ketidakseimbangan hormon-hormon seks atau “gay gene”. Magnus Hischield (1899) menegaskan bahwa homoseksual merupakan bawaan lahir. Namun hal ini diruntuhkan oleh Prof. George Rice dari Universitas Western Ontario Kanada yang mengatakan tak ada kaitan gen X yang dikatakan mendasari homoseksual, meski demikian hasil keseluruhan dari berbagai penelitian tampaknya menunjukkan kalupun ada kaitan genetik, hal itu sangat lemah sehingga menjadi tidak penting.
  2. Pengaruh lingkungan yang tidak baik / tidak menguntungkan bagi perkembangan kematangan seksual yang normal.
  3. Seseorang selalu mencari kepuasan relasi homoseks. Karena ia pernah menghayati pengalaman homoseksual yang menggairahkan pada masa remaja.
  4. Seorang anak laki-laki pernag mengalami pengalaman traumatis dengan ibunya, sehingga timbul kebencian/antipati terhadap ibunya dan semua wanita. Lalu muncul dorongan homoseksual yang jadi menetap.

Yuk, sekarang ada beberapa fakta menarik mengenai homoseksual:

  1. Homoseksualitas merupakan tabu di hampir semua negara Afrika dan ilegal di 37 negara, termasuk Indonesia, tempat homoseksualitas merupakan tindak pidana sejak jaman penjajahan Inggris. Presiden Uganda Yoweri Museveni menandatangani undang-undang anti-gay akhir Februari 2014 yang memperkuat aturan yang sudah ketat melawan homoseksual, dan menghukum mereka yang tidak melaporkan siapapun yang melanggar aturan. Sedangkan Negara Barat seperti Amerika, Denmark, Norwegia dan Bank Dunia menekan Uganda untuk membatalkan UU itu.
  2. Di Belanda, cafe, bar atau tempat-tempat publik lain yang ditujukan untuk para gay memiliki ciri khusus dibandingkan cafe dan bar pada umumnya. Salah satu cirinya adalah bar dan cafe tersebut ditandai dengan sebuah bendera pelangi. Bendera pelangi sendiri merupakan bendera yang menunjukkan kebanggan para gay, lesbi, biseksual serta transgender.
  3. Menurut hasil penelitian almarhum seksolog Prof. Alfred Kinsey, 1 dari 10 pria dunia positif gay murni. 9-nya bervariasi; ada yang hetero murni, ada pula yang biseks (suka kedua jenis). Jika kaum biseks juga dihitung sebagai gay, bayangkan jumlah gay di dunia. Sayangnya, sensus gay sulit dilakukan karena banyak gay yang masih malu mengaku gay, bahkan di negara2 Eropa.

Okay, sekarang temen-temen tahu gak kalau ternyata dulu sebenarnya homoseksual itu masuk kedalam gangguan jiwa.  Jung, Adler dan Freud menyatakan bahwa homoseksualitas adalah sebuah gangguan kejiwaan. Memang belum terdapat penjelasan pasti dan spesifik  dari pandangan Jung dan Adler, tapi menurut Freud, homoseksualitas adalah sebuah bentuk fiksasi (berhentinya perkembangan mental) dari satu dimensi dari tahap perkembangan mental seseorang, sehingga orang normal adalah orang yang berhasil berkembang menjadi seorang heteroseksual.

Pada DSM-I (DSM versi pertama) yang diterbitkan pada tahun 1952, menyatakan bahwa homoseksualitas adalah gangguan kepribadian sosiopathik. Artinya, orang yang memiliki orientasi seksual homoseksual memiliki kepribadian yang menyimpang dari norma sosial, dan penyimpangan ini harus diperbaiki.

Dalam DSM-II yang diterbitkan tahun 1968,  homoseksual dihapus dari daftar penyakit sosiopathik dan dipindahkan ke daftar Sexual Deviation (penyimpangan seks).

DSM-III yang diterbitkan pada tahun 1973, menyatakan bahwa homoseksualitas dinyatakan sebagai sebuah gangguan HANYA jika orientasi seksual homoseksual orang tersebut mengganggu dirinya atau dengan kata lain dia tidak mau menjadi homoseksual. DSM-III kemudian mengalami revisi dan pada edisi revisi ini, homoseksualitas sudah tidak dianggap sebagai sebuah gangguan sama sekali. Alasannya adalah karena para komite DSM menyatakan bahwa adalah normal bagi seorang homoseksual untuk merasa terganggu dengan orientasi seksualnya pada saat ia pertama kali menyadari bahwa ia seorang homoseksual. Oleh karena itu perasaan terganggu yang dirasakan seorang homoseksual bukanlah sebuah gangguan.

Pada DSM-IV, homoseksual sudah benar-benar dihilangkan dan tidak dicantumkan lagi sebagai gangguan kejiwaan maupun penyimpangan seksualitas.

Robert L. Spitzer, ketua komite pembuatan DSM III menyatakan bahwa homoseksualitas tidak lebih dari sebuah variasi orientasi seksual. Tidak lebih.

 

Wah panjang juga yah kalau kita membicarakan mengenai homoseksual. Jadi untuk penjelasan kali ini kita cukupkan sekian dulu yaa! Semoga dengan adanya artikel ini teman-teman bisa menambah wawasannya.  Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya, dan selamat liburan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *