Musik dan Pengaruhnya Pada Mood

Sahabat Kemah, saat kalian sedang berolahraga, jalan-jalan, mencoba konsen pada tugas atau hanya sekedar istirahat, musik bisa menjadi alternatif kita dan menaikan mood kita kembali.
Seperti seni ekspresif lainnya, musik punya kekuatan buat ngebangkitin mood kita lagi, mau itu perasaan senang, sedih, ketenangan atau nostalgia, kita cenderung mengasosiasikan musik dengan emosi dan pengalaman tertentu.
Contoh dari sebuah studi yang ditemukan di Bristol Unversity oleh Dr Harry Witchel dan rekannya yaitu detak jantung menjadi lebih lambat ketika orang mendengarkan musik, mungkin tanda dari konsentrasi, dan meningkat dengan cepat ketika musik telah berhenti (Guardian Unlimited, 2006).
Walaupun sulit untuk menemukan bahwa musik memiliki arti yang sama untuk banyak orang, tapi sudah jelas bahwa suara tertentu dan tempo dari suara itu, terutama dalam film, bisa menambah emosi dimana pembuat lagu itu ingin kita dapat merasakannya.
Daniel Blumstein, dari University of California, dan rekannya menganalisis soundtrack film dari genre yang berbeda, mereka menemukan bahwa film horror mengandung “sedikit pergeseran frekuensi yang mendadak” untuk membangkitkan ketegangan, dan “lebih banyak suara jeritan perempuan” (Blumstein, 2010: 3) karena mendengar jeritan sepanjang hari adalah hal yang menakutkan. Sebuah studi dari Rollin McCraty menemukan bahwa musik klasik mampu “mengurangi ketegangan”.
Hipotesis mengenai “Bagi remaja, musik klasik tidak berpengaruh terlalu positif, musik grunge pun tidak berpengaruh terlalu negatif” (McCraty, 1998: 76)- yang juga didukung dalam studi ini, membuktikan bahwa musik itu tergantung dengan selera masing-masing orang.
Kesimpulannya, efek musik bagi mood kita terjadi secara spontan dan berdampak bagi kita, ini tergantung pada apa yang kita dengarkan, dimana kita mendengarkannya, volume suara dari musik yang di dengarkan, terutama jika volume suara meningkat dan menurun secara tiba-tiba saat kita mendengarkan lagu itu, dan tingkat konsentrasi kita saat mendengarkan lagu.
Efeknya tergantung pada genre dan bagaimana musik itu sesuai dengan mood kita, ini alasan mengapa lagu tertentu sounds like heaven bagi kita di hari yang baik dan dapat melewati hari yang buruk.

Source: psych2go.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *