PEACE#3

BANDUNG – Pada hari minggu (30/04/17) UPM-F Psikologi Kajian Sinema mengadakan sebuah acara Nobar – Nonton besar dengan nama acara Peace 3, Psychology Education and Cinematography Expressions dan bertema Dyslexia dan diadakan di Taman Film Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan yang dibawahi oleh Kajian Sinema di samping ada nobar juga ada nocil.  Pada Kegiatan Nobar yang bertemakan Dyslexia ini bertujuan agar orangtua melakukan hal yang tepat dan memperhatikan polanasuh pada anak-anaknya dengan baik tanpa terkecuali. “Kita pilih tema disleksia karena kita lebih mencari pola asuh orang tua dan tambahannya mengenai disleksia, karna di tamfil yg dateng banyaknya masyarakat disana, jadi bisa bermanfaat buat mereka juga bermanfaat jga buat mahasiwa dan audiens yg hadir yaa” ujar Irsyaad sebagai Ketua Pelaksana dari acara Peace 3 Ini. Kegiatan ini di ikuti oleh 188 audiens yang datang dari berbagai macam kalangan, baik masyarakat maupun mahasiswa baik dari Fakultas Psikologi Unisba sendiri ataupun Mahasiswa Dari Universitas lain.

 

 

Pada pelaksanaannya, panitia berkumpul di Taman Film untuk briefing sebelum acara dimulai. Lalu audiens yang datang langsung menempati tempat yang kosong yang ada di taman film tersebut. Acara dibuka dengan MC yang merupakan mahasiswa psikologi Unisba itu sendiri yaitu Ahmuj 2015 dan Fadhilah 2016. Dilanjutkan dengan bermain games yang di ikuti oleh audiens yang datang ke Taman Fim tersebut. Lalu setelah bermain games ada sharing dari Pemateri yang sengaja di undang untuk sekedar sharing dan membagi ilmu yaitu Bang Tobing JR selaku koordinator komunitas layar kita.

 

 

Audiens yang datang menempati tempat yang ada di Taman Film lalu ada konsumsi yang diberikan secara Gratis pada acara tersebut untuk melengkapi santai sore dan menunggu film untuk di mulai. Audiens terlihat antusias saat di bagikan konsumsi dan sambil mendengar sharing yang di sampaikan oleh Bang Tobing audiens terlihat melahap konsumsi yang telah di bagikan.

 

Pada pemutaran film yang berlangsung selama 2jam 30menit, audiens terbawa dalam suasana dimana film yang ditampilkan menceritakan tentang seorang anak dyslexia yang dipandang sebelah mata baik oleh ayahnya dan teman-temannya. Namun pada prosesnya anak itu bertemu seorang guru yang sama seperti dirinya hingga akhirnya anak itu kembali menemukan gairah hidupnya, bahkan menjadi anak yang spesial karena bakat melukis yang dimilikinya. Saat akhir pemutaran film tak sedikit audiens yang terenyuh bahkan hingga meneteskan air mata, judul dari film tersebut adalah “Every Child Is Special”

 

Setelah pemutaran film, dilanjutkan dengan pengkajian oleh Ibu Susandari, M.Psi selaku dosen dari Fakultad Psikologi Universitas Islam Bandung dan di moderatori oleh Prilianti Putri Lestari yang tak lain adalah mahasiswi fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung.

 

Irsyaad sebagai ketua pelaksana menuturkan bahwa yang datang sudah lumayan banyak namun ia berpesan bahwa “publikasi harus lebih ditingkatkan lagi agar yang datang bisa lebih banyak lagi dan lebih ramai lagi” sedangkan untuk hambatan pada acara ini irsyaad bercerita lebih lanjut “Hambatan kita dari danus, jujur aja kita waswas haha masalah uang tuh tapi alhamdulillah semuanya ke handle, terus dari pemateri yg tiba-tiba ga bisa mengisi acara karna masuk rs, terus ada jga kendala dalam surat menyurat yg telat di sebar” namun selebihnya acara tetap berjalan lancar dengan antusiasme audiens yang datang dan juga panitia yang menyelenggarakan acara ini.

 

Hingga akhir acara irsyaad selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa sangat senang atas antusiasme warga dan mahasiswa yang datang pada acara tersebut. “Bersyukur lah mantaps, yaa alhamdulillah acara bisa berjalan dengan lancar walaupun bnyk kendala dalam prosesnya tapi kita bisa ngelewatinya bareng”.

 

(Teks Oleh:Meividia Hajar Utami)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *