Ternyata Pacaran tidak Mengobati Kesepian

“Ternyata Pacaran tidak Mengobati Kesepian”
3
Seorang profesor psikologi dari University of Chicago, John Caccioppo, menyatakan bahwa, “As people become lonely, they become less trustful of others, and a cycle develops that makes it harder for them to form relationships.”

Perasaan kesepian ketika berpacaran biasanya muncul karena merasa pasangan kita tidak menjadi orang yg sama lagi.Namun ternyata rasa kesepian saat berpacaran bukan besar kesalahan dari pasangan kita, besar kemungkinannya adalah diri kita sendiri penyebab dari kesepian itu. Tidak perduli seberapa kuat hubungan yang kita bina dengan orang lain, apabila kita sendiri tidak mampu membina hubungan yg kuat dengan diri sendiri maka akan terus dihantui dengan kesepian dan ketidakbahagiaan dimana saja.

Kesepian adalah state of mind yang tidak bisa diobati dengan pacaran. Malahan kita harus bisa mengobati kesepian itu sebelum memulai pacaran, dengan demikian kebahagiaan kita itu bukan sekedar akibat dari hubungan tersebut.Berikut ada tiga teknik favorit yang bisa di lakukan untuk mengobati kesepian, khususnya bila diri kita sudah terlanjur berada dalam sebuah hubungan romansa :

1. Bernostalgia
Kamu perlu melatih bernostalgia hal-hal indah yang ada hubungannya dengan percintaan. Pikirkan tentang kesuksesan ketika jaman kuliah, persahabatan, kejutan dan kado ulang tahun, keberuntungan, dll.  Pikirkan semua hal tersebut, maka kita bisa merasakan cengkeraman rasa getir sepi itu berangsur-angsur melemah.

2. Nikmati Kesepian tersebut
Dr. Dan Kiley dalam bukunya, Living Together, Feeling Alone, menjelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan rasa kesepian. Yang salah adalah ketika kamj terlalu banyak mengeluhkannya, atau malah menyalahkan orang lain. Jadi saran beliau adalah kamu perlu menikmati kesepian itu dengan berbagai kegiatan pribadi yang konstruktif.

3. Tingkatkan Jumlah Orang yang Kamu Kenal
Setiap orang berharap dikenal-mengenal banyak orang, dan semakin besar perbedaan antara harapan itu dengan realita, semakin akan dihantui rasa kesepian. Hasil penelitian Chris Segrin dari University of Arizona menganjurkan untuk menambah jumlah interaksi sosial, bukannya menambah jumlah sahabat atau teman dekat (karena memang ada orang yang lebih senang dengan kelompok sahabat yang kecil).

 

Gimana masih takut kesepian? Gak dong, gak takut jomblo dong…
Semoga bermanfaat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *