Don’t let insecure thoughts ruin something amazing!

Oleh: Departemen Pendidikan dan Keilmuan BEM-F Psikologi Unisba

“Dia cantik banget, aku jadi insecure…”

“Dia easy going banget ya, pantes temennya banyak, gak kaya aku…”

“Aduh, jangan aku deh yang ngomong di depan, aku gak pede…”

Kalimat-kalimat seperti itu pasti sering kita dengar atau bahkan kita sendiri yang mengucapkannya. Semakin bertambah usia, kebanyakan dari kita merasa bahwa diri tidak pantas, tidak layak, dan tidak mampu. Karena fokus kita hanya membandingkan, hingga lupa bahwa diri punya potensi yang dapat dioptimalkan.

Lalu, apa itu insecurity?

Menurut APA Dictionary of Psychology, insecurity is “feeling of inadequacy, lack of self-confidence, and inability to cope, accompanied by general uncertainty and anxiety about one’s goals, abilities, or relationships with others.

Perasaan insecure bisa terjadi ketika kita sedang merasa kekurangan, malu, bersalah, bahkan sampai rasa tidak mampu akan melakukan sesuatu. Ketika insecure ini mengendalikan dirimu maka hal ini akan memicu perasaan semakin tidak percaya diri yang ada pada dirimu.

Tanda-tanda bahwa kamu merasa insecure

  1. Tidak ingin keluar dari zona nyaman.
  2. Sering membandingkan diri dengan orang lain.
  3. Memandang rendah diri sendiri.
  4. Harus mendapatkan pujian dan pengakuan dari orang lain.
  5. Menghindari berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Penyebab seseorang merasa insecure

  • Pertama, insecure karena kegagalan atau penolakan yang baru terjadi

Berdasarkan penelitian tentang kebahagiaan, peristiwa yang baru terjadi sangat mempengaruhi suasana hati dan perasaan kita tentang diri kita sendiri. Karena ketidakbahagiaan berdampak pada self-esteem, kegagalan dan penolakan dapat memberikan dampak insecure..

  • Kedua, insecure karena adanya social anxiety (kecemasan sosial)

Rasa takut dievaluasi orang lain dapat menyebabkan rasa cemas yang pada akhirnya membuat mereka menghindari situasi sosial karena merasa tidak nyaman. Contohnya dalam pertemuan keluarga selalu ditanya “Kenapa jerawatan?” atau “Kenapa gendutan?” itu pun dapat menyebabkan munculnya perasaan insecure.

  • Ketiga, insecure yang didorong oleh perfeksionisme

Kita mungkin pernah membuat tujuan atau ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri maupun orang lain. Namun seperti yang kita tahu bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan, saat hal yang kita inginkan tidak terjadi, dapat membuat rasa insecure dan mengira bahwa kita tidak berguna.

Cara mengatasi Insecure

Berikut merupakan cara untuk mengatasi insecurity menurut Psikolog Klinis Melanie Greenberg, Ph. D.

  1. Give yourself time to accept and adapt
  2. Get out and engage with life, following your interests and curiosity.
  3. Get feedback from people you trust.
  4. Preserve and keep moving towards your goals.
  5. Avoiding social situation just makes things worse.
  6. Set yourself a limited, realistic goal.
  7. Try to evaluate yourself based on how much effort you put in, which is controllable, rather than on the outcome.

Setelah memahami mengenai insecurity diharapkan kita selalu bisa memahami diri sendiri dan tetap merasa percaya diri apapun bentuk kecemasannya. Tetapi jika rasa insecure tersebut sudah sangat menganggu diri sendiri, sangat disarankan untuk bekonsultasi pada ahli atau professional di bidang ini.

And last, “No one is perfect. Even the most confident people have insecurities. At some point in of our lives, we may feel we lack something. That is reality. We must try to live as per our capability.” – Anil Sinha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *