SOTR Batch 1

Kegiatan ini dimulai dengan membagikan informasi mengenai sejarah peringatan Hari Kesehatan Mental, tips-tips menjaga kesehatan mental, dan alasan mengapa menjaga kesehatan mental itu penting. Selain itu, membagikan template yang sudah dibuat untuk di-posting melalui instastory warga kemah Fakultas Psikologi Unisba. SOTR juga membuat video singkat wawancara kepada beberapa mahasiswa mengenai kesehatan mental dan, yang terakhir, mengadakan lomba video Tiktok dengan tema world mental health day dengan mengajak seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi Unisba untuk berpartisipasi dengan membuat video campaign melalui Instagram dan juga Tiktok yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental.

Bandung – Minggu, 10 oktober 2021 yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial dan Masyarakat BEM Fakultas Psikologi Unisba telah menyelenggarakan rangkaian pertama kegiatan “SOTR: Sosial on The Road Batch #1: Internasional Mental Health Day” yang berlangsung secara online dengan platform Instagram.

Kegiatan ini dimulai dengan membagikan informasi mengenai sejarah peringatan Hari Kesehatan Mental, tips-tips menjaga kesehatan mental, dan alasan mengapa menjaga kesehatan mental itu penting. Selain itu, membagikan template yang sudah dibuat untuk di-posting melalui instastory warga kemah Fakultas Psikologi Unisba. SOTR juga membuat video singkat wawancara kepada beberapa mahasiswa mengenai kesehatan mental dan, yang terakhir, mengadakan lomba video Tiktok dengan tema world mental health day dengan mengajak seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi Unisba untuk berpartisipasi dengan membuat video campaign melalui Instagram dan juga Tiktok yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental.

“Untuk hambatan selama kegiatan sih ga ada yah, cuma mungkin di perencanaannya ada aja hal hal yang agak ngehambat, kaya banyak masukan dari anggota yang lain, dan beberapa kali revisi video Tiktok. Oh iya jadi video campaign yang di Tiktok tuh ada contoh dari kami nya juga. Nah, mungkin hambatan nya ada di situ sih.” menurut Ajis selaku Ketua Pelaksana SOTR. Beliau juga mengatakan bahwa ia merasa senang karena SOTR ini juga pengalaman pertamanya menjadi ketua pelaksana dan Alhamdulillah untuk SOTR Batch 1 itu di luar ekspektasi beliau. Ajis selaku Ketua Pelaksana SOTR juga mengatakan “Yang liat campaign di Instagram dan di Tiktok tuh udah lebih dari target yang ditulis di proposal dan dapet respon positif juga dari warga kemah, terus ada angkatan 21 yang menjadi lebih aware terhadap kesehatan mental ini.”

Adapun hambatan yang dirasakan oleh Koordinator Divisi Publikasi dan Dokumentasi, Sarah mengatakan “Hmm.. mungkin ga ada hambatan dalam pengerjaan, cuman mungkin kan ada yang ngumpulin video buat yang di IG buat berpendapat tentang kesehatan mental itu ada yang ga keburu buat kemasukin karena masukinnya udah terlalu malem dan udah terlanjur. Jadi, nanti kalau masukin yang baru harus agak terlalu ngerombak lagi.” Namun dari banyaknya hambatan yang dirasakan, selaku Koor Divisi Pubdok, Sarah juga memiliki kesan selama acara ini “Kesannya buat aku gak terduga sih ya, soalnya kan angkatan 21 taunya wajib bikin video Tiktok jadi agak wow yang bikin banyak banget, asyik sih..” Anggresya Syifa sebagai salah satu dari penanggung jawab acara SOTR mengatakan, “Alhamdulillah, SOTR Batch 1 kemarin berjalan dengan lancar. Sesuai dengan harapan aku dan temen-temen panitia semua, yang mana untuk memperkenalkan dan ngasih tau bahwa kesehatan mental itu penting. Engga cuman ngasih tahu ke temen-temen psikologinya aja, tapi kita juga bisa ngasih tahu ke temen-temen yang bukan mahasiswa Fakultas Psikologi bahwa kesehatan mental itu harus dijaga, sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang lainnya.” Beliau juga mengatakan ingin berterima kasih kepada teman-teman panitia yang sudah bekerja keras untuk SOTR Batch 1 kemarin. Walaupun online tapi semoga tidak mengurangi hal-hal yang ingin disampaikan ke teman-teman semua, dan beliau juga memberi pesan untuk selalu menjaga kesehatan fisik maupun mental karena kesehatan itu mahal.

Ditulis oleh: Haura Atha Zhafira (Staff Departemen Media Komunikasi dan Informasi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *