The Relationship Between Tiktok and Mental Health

Oleh : Kanieda Alma Annasya (NPM 10050020034)

[Juara 2 Psycreticle]

Halo warga Kemah? Gimana nihh kabarnyaa?
Warga Kemah pasti udah nggak asing lagi dong sama yang namanya TikTok. Dan sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi juga warga Kemah pasti mementingkan kesehatan mental bukan? Nah pada artikel ini, penulis akan membahas tentang pengaruh TikTok terhadap keshatan mental. Yuk disimak!

Apa Itu TikTok?
Pada saat ini siapa sih yang nggak tahu aplikasi tersebut? TikTok merupakan sebuah media sosial yang saat ini sedang menjadi sorotan banyak orang, mulai dari anak kecil hingga dewasa. Dalam aplikasi TikTok, kita dapat mengekspresikan bakat dengan membuat dan mengunggah video yang sedang menjadi trending. FYP (for your page) merupakan istilah untuk fitur yang dapat menampilkan jenis-jenis video yang kita sukai.

Apa Itu Kesehatan Mental?
Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health) merumuskan pengertian kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional, sepanjang hal itu sesuai dengan keadaan orang lain. Sedangkan, menurut Merriam Webster kesehatan mental merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat.

Apa Saja yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental?
Secara umum, faktor kesehatan mental dibagi menjadi dua garis besar, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi genetik, kepribadian, kondisi fisik, perkembangan dan kematangan, kondisi psikologis, dan lainnya. Sedangkan faktor eksternal meliputi, lingkungan, keadaan sosial, ekonomi, politik, teknologi, adat, dan lainnya.

Lalu, Apa Hubungan Antara TikTok dengan Kesehatan Mental?
Ternyata aplikasi TikTok ini dapat mempengaruhi kesehatan mental kita lhoo.
Para pengguna TikTok dihadapkan pada belasan video dalam beberapa menit, mengaktifkan jalur reward di otak. Pengguna dapat menjadi kecanduan aplikasi dan mungkin mencari stimulasi terus-menerus.
Hal tersebut juga dapat berisiko untuk mengembangkan kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi yang dapat mempengaruhi individu untuk salah mendiagnosis diri mereka sendiri dengan penyakit mental tanpa berkonsultasi dengan profesional medis.
Tidak sedikit dari pengguna TikTok yang dapat menjadi tertekan jika mereka tidak bisa menghabiskan banyak waktu di aplikasi TikTok seperti yang mereka inginkan.
Di balik sisi negatif dari TikTok, pastinya terdapat sisi positinya juga, Ada beberapa hal positif yang bisa didapat dari menyoroti kesehatan mental melewati TikTok. Banyak individu yang berurusan dengan masalah mereka sendiri dapat berkumpul dan menawarkan dukungan dan tips bermanfaat tentang cara menangani gejala mereka.

Dari penjelasan di atas, kita harus memperhatikan porsi dalam menggunakan aplikasi TikTok agar menghindari dari risikorisiko yang telah dijelaskan sebelumnya. Dan kita sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi juga harus peduli dengan kesehatan mental sendiri dan juga orang lain.

Mental health matters for everyone

Sumber Referensi :

Dewi, K. S. (2012). Buku ajar kesehatan mental.
thewaveclinic.com. 6 Mei 2022. TikTok and Mental Health – The Wave Clinic. Diaskses pada 16 November 2022, dari https://thewaveclinic.com/blog/tiktok-and-mental-health/
waff.com. 19 Maret 2022. How TikTok is Affecting Your Brain and Mental Health. Diakses pada 16 november 2022, dari https://www.waff.com/2022/03/19/how-tiktok-is-affecting-your-brain-mental-health

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *